About Course

Bonding with Movement, bonding terjadi saat proses dalam kandungan, ketika hamil anak akan terkoneksi memiliki bonding dengan mama nya, yang terpenting gerakan bonding ini bisa dilakukan diri sendiri. Banyak pasangan yang tidak bisa saling bonding, itu karena tidak bisa bonding ke diri sendiri jadi terus menerus mencari bonding dari orang lain. Bonding adalah keterkaitan anatara dia dengan dirinya sendiri dan terjadi pada anak anak dimasa pandemic ini.

Gerakan sederhana yang dilakukan secara rutin akan muncul energy take and give. Bonding berproses saat terlahir dan berproses dalam perut , ada beban saat hamil dan tertekan ( dalam keadaan tidak siap ) anak terlahir dan bertumbuh dalam keadaan terluka karena orangtua yang belum siap hamil, ini akan berpengaruh panjang kedepannya, maka perlu gerakan atau movement supaya anak anak berkembang lebih baik. Bonding adalah keterikatan dan keterhubungan ,antara anak dan orangtua terikat secara emosi, empatik bukan sekedar lolos dari masalah.

Show More

What Will You Learn?

  • Yang di pelajari dalam modul Bonding With Movement :
  • 1. Pola refleks masa kecil
  • 2. Pemutusan tali pusat dan IMD yang berpengaruh pada bayi
  • 3. Ciri-ciri anak yang tidak terhubung
  • 4. Bagaimana membangun personal space dengan anak
  • 5. Isue apa yang terkait dengan bonding
  • 6. Pengenalan refleks Moro yang mempengaruhi bonding
  • 7. Bagaimana memulai kembali bonding dengan anak (termasuk anak berkebutuhan khusus)
  • 8. Melakukan gerakan dan afirmasi untuk membangun kembali keterikatan dan Keterhubungan dengan anak dan pasangan

Course Content

Materi

  • Video Bonding With Movement
    01:53:39

Quiz

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet
Rp510,000 Rp700,000
Enrollment validity: Lifetime

Audience

  • Psikolog, Orangtua , Parent, Pendidik , Guru BK

Want to receive push notifications for all major on-site activities?